Tren Batu Akik Mulai Sepi


Musim batu akik tampaknya mulai sepi peminat. Setidaknya seperti yang terlihat di pusat penjualan batu akik di Pasar Anyar, Jalan Dewi Sartika. Di lokasi ini, penjualan menurun hingga 70 persen dibanding bulan lalu.\

Pasar Batu Akik Mulai Sepi Yang Sebelumnya Sempat Mengguncang Traffic Web/Blog – Sesuai hasil bincang-bincang saya bersama rekan-rekan di beberapa lokasi, saya telah menyampaikan prediksi bahwa puncak pemasaran batu Akik terjadi 1 minggu sebelum lebaran.

Penjual batu akik, Fendi (43) menuturkan, salah satu indikasi menurunnya minat batu akik adalah penurunan jumlah penjualan ring atau gagang batu akik.

“Bulan sebelumnya, ring bisa terjual Rp1,5 juta-Rp2 juta sehari. Kalau sekarang, nyari Rp500 ribu saja susah. Untuk harga ring malah turun bulan ini. Biasa dijual Rp80 ribu jadi Rp60 ribu,” jelas pria asal Padang, Sumatera Barat itu.

Selain sepi peminat, bahan baku juga mulai sulit didapat. Terutama bahan baku yang nilainya mahal atau berkelas. Seperti batu akik bacan, lavender, suliki payakumbuh, biosolar aceh, belimbing, dan neon aceh.

“Perkiraan saya, penurunan penjualan ini karena faktor anak masuk sekolah. Semua dagangan juga seperti itu kalau lagi musim anak sekolah,” ujarnya, seraya menyebut penjual batu akik di sekitar Jalan Dewi Sartika ada sekitar 40 orang.

Senada disampaikan Novril (45), penjual batu akik lainnya. Penjualan gagang cincin sebelumnya bisa mencapai Rp1 juta hingga Rp3 juta per hari.

“Sekarang ini sekitar Rp500 ribu saja. Itu pun kadang susah. Penjualan bahan mentah batu akik juga kurang. Pokoknya yang berhubungan dengan batu akik, drastis lah turunnya. Sampai 70 persen,” terangnya.

Di sisi lain, sepinya minat turut memengaruhi harga jual batu akik itu sendiri. Saat ini, harga batu akik jauh turun dibanding bulan-bulan sebelumnya. Misalnya, biosolar aceh dan suliki padang yang dibanderol Rp800 ribu per buah, kini hanya dijual Rp500 ribu.

“Kecuali bacan, bahannya dan batu akik yang sudah jadi semakin susah didapat. Makanya, bacan ini jadi makin mahal harganya. Kalau yang sudah jadi masih bisa dijual Rp2 juta, tergantung kualitas dan jenis,” tukasnya.
Previous
Next Post »
Copyright © 2015 The Journey All Right Reserved
Created by Mirza Design Published By Mirza Uqail Powered by Website