Tafakur Al-Qur'an


Husin Miauw

Ketika kita khatam Alqur’an:
Diibaratkan kita menggenggam sebuah mangga yang besar dan harum, kita bisa membayangkan manisnya rasa mangga yang ada di tangan kita dari harumnya yang semerbak.


Ketika kita membaca arti dan merenungkan isi alqur’an, diibaratkan kita mengupas kulit mangga, dimana kemudian kita akan melihat daging dari buah tersebut. Daging dari buah tersebut kita umpamakan arti dari alqur’an yang sedang kita baca, saat mengupas buah mangga kemungkinan hasil dagingnya adalah sbb:



1. Ada Ulat Busuk dalam mangga itu

Diibaratkan kita membaca alqur’an tapi ada muatan syirik yang masih kita lakukan, kita membaca tauhid tapi tidak melaksanakan tauhid, kita diperintahkan pasrah tapi tidak pasrah, kita diperintahkan tawakal yang benar, tapi tawakal kita tidak benar, kita diperintahkan menyerahkan segala urusan kepada allah, tapi tetap kita gamang, kita berontak, kita tidak ridho, kita mengaku hamba tapi kita berontak dengan kehambaan kita, kita masih melakukan tawar menawar dengan Allah maka pantas masalah bertubi tubi menghantam pada kehidupan kita.

Untuk direnungkan : Hai Mahluq-KU datanglah kepadaku dengan Ridho atau tidak Ridho karena Ridho atau tidak ketentuanku tetap berlaku, jika engkau tidak ridho.. maka kesengsaraan yang kau dapatkan, jika engkau ridho maka kesenangan yang akan engkau dapatkan

2. Mangga itu mulus, 
Diibaratkan kita bersih dari sirik, pasrah dan tawakal, kita juga ridho terhadap ketentuan ALLAH, bersyukur pada setiap keadaan, baik dalam keadaan diam maupun dalam kepedihan serta memberitakan setiap kebahagiaan yang telah allah berikan, kita ridho terhadap title hamba yang kita sandang, menyerahkan diri kita dalam genggaman-NYA

Untuk direnungkan : 
Barang siapa yang bertaqwa dan bertawakal kepada allah maka allah akan memberikan Ridzki dari arah yang tidak terduga duga dari mana arah kedatangannya….Ridzki Allah itu luas… Keuangan…kesehatan…kesejahtraan… dipermudah segala urusan dihilangkan segala kesulitan

Sesungguhnya Allah Azza wajalla berfirman

Demi Kemulyaanku, kebesaranku, kemurahanku dan ketinggian kedudukanku diatas arasyku. Sungguh aku putuskan harapan orang yg berharap kepada selain aku, dengan kekecewaan dan aku kenakan pakaian kepadanya dari pakaian kehinaan dikalangan manusia.
Dan aku jauhkan dia dari dekatku serta aku putuskan hubungan denganku.. Mengapa dia mengharap selain aku dalam kesukaran, padahal kesukaran itu ada dalam genggamanku dan hanya akulah yang dapat menyingkirkannya. Dan dia mengharap kepada selain aku, dan dia mengetuk selain pintuku padahal pintu pintu itu tertutup, hanya pintukulah yang terbuka bagi siapa saja yg mau berdoa kepadaku. Siapakah yang pernah mengharap kepadaku untuk melepaskan kesukaran, lalu aku kecewakan.

Dan siapakah yang mengharap kepadaku dengan membawa dosa yang besar kemudian aku putuskan harapannya ? 
Sesungguhnya aku telah mengadakan hubungan langsung antara aku dan cita cita serta harapan semua mahlukku lalu mengapa kau bersandar kepada selain aku ? dan aku telah menyediakan semua harapan hambaku, akan tetapi dia tidak rela dengan perlindunganku.

Dan aku telah memenuhi langitku dengan para malaikat yang tak bosan bosannya bertasbih kepadaku, kemudian aku perintahkan kepada malaikat supaya tidak menutup pintu yg mendindingi antara aku dengan hamba hambaku, akan tetapi mereka tidak percaya akan firmanku firmanku…Tidakkah mereka mengerti bahwa siapa saja yg ditimpa bencana yang aku turunkan tidak ada yg dapat menyingkirkanya selain aku ? lalu mengapakah aku melihat dia dengan semua angan angan dan harapannya selalu berpaling daripadaku, mengapa dia tertipu oleh selain aku.....

Wallahu Alam Bishawab


Semoga catatan ini bisa mengingatkan kita pada hakikat penciptaan Kita terutama saat Ayat ayat suci dilantunkan dari bibir kita dengan penuh kemulyaan

(Catatan Kecil dari dia yang Ku sebut Husin Miauw)

Previous
Next Post »
Copyright © 2015 The Journey All Right Reserved
Created by Mirza Design Published By Mirza Uqail Powered by Website