Perempuanku

Kau hisap sedikit rokok yang masih tersisa
Pejamkan mata, lepaskan semua letih jiwa
Senyum pahit kau sunggingkan 
sambil menghitung tangan tangan kotor yang ingin kau lupakan

Tubuh mu mulai menggigil

Terbawa imaji semu mimpi mimpi kelabu
Kau tahan setiap sentuhan dalam isak hati yang membeku
Kau biarkan dirimu di lumat kebuasan
Sosok - sosok hitam pengobral cinta jalanan

Senyum mu adalah penolakan
Desahan mu adalah senandung kesedihan
Lenguhan mu refleksi ketidak berdayaan

Cinta membawa mu pada bibir luka
Merampas hidup mu dengan paksa
Cinta membawa mu pada bibir luka
Merenggut hidup mu tanpa sisa

Tubuh mu Lebur

bersama senandung nyanyian nakal
Malam menggulung mu dengan binal
Kau terima semua hasrat hasrat liar

Tubuhmu terkapar dalam tarikan nafas yang tersengal
Sembunyikan tangis dalam tangan mu yang senantiasa terkepal
Ah .... telah Kau layani manusia manusia dajjal

Jiwa mu terbunuh
Hati mu mulai mati
Tak ada lagi yang bisa kau sesali

Kau hitung lembar demi lembar
Kau genggam dalam tangan mu yang mulai gemetar

Kau paksakan kaki rapuhmu berjalan
Membelah gelap dalam derasnya hujan

Tubuh mu limbung
Tersungkur dalam kelam
Diam, terbujur kaku bersama malam

Kau lihat begitu banyak bayangan
Merengkuhmu dalam kehangatan

Senyum mu merekah
Teringat wajah mungil yang menantimu di rumah
Ah hidup begitu indah.....

Tubuh mu terkulai, luruh dalam mimpi yang tak pernah bisa kau raih


* Bocah kecil itu tetap berdiri di depan pintu
Menunggu wanita yg selalu ia panggil ibu

Bocah kecil itu tetap berdiri di depan pintu
Menunggu wanita yg selalu ia panggil ibu



( Terkadang nasib begitu tak bersahabat )





------ Ummu Mirza ------
Previous
Next Post »
Copyright © 2015 The Journey All Right Reserved
Created by Mirza Design Published By Mirza Uqail Powered by Website