Pejamkan mata, lepaskan semua letih jiwa
Senyum pahit kau sunggingkan
sambil menghitung tangan tangan kotor yang ingin kau lupakan
Tubuh mu mulai menggigil
Terbawa imaji semu mimpi mimpi kelabu
Kau tahan setiap sentuhan dalam isak hati yang membeku
Kau biarkan dirimu di lumat kebuasan
Sosok - sosok hitam pengobral cinta jalanan
Senyum mu adalah penolakan
Desahan mu adalah senandung kesedihan
Lenguhan mu refleksi ketidak berdayaan
Cinta membawa mu pada bibir luka
Merampas hidup mu dengan paksa
Cinta membawa mu pada bibir luka
Merenggut hidup mu tanpa sisa
Tubuh mu Lebur
bersama senandung nyanyian nakal
Malam menggulung mu dengan binal
Kau terima semua hasrat hasrat liar
Tubuhmu terkapar dalam tarikan nafas yang tersengal
Sembunyikan tangis dalam tangan mu yang senantiasa terkepal
Ah .... telah Kau layani manusia manusia dajjal
Jiwa mu terbunuh
Hati mu mulai mati
Tak ada lagi yang bisa kau sesali
Kau hitung lembar demi lembar
Kau genggam dalam tangan mu yang mulai gemetar
Kau paksakan kaki rapuhmu berjalan
Membelah gelap dalam derasnya hujan
Tubuh mu limbung
Tersungkur dalam kelam
Diam, terbujur kaku bersama malam
Kau lihat begitu banyak bayangan
Merengkuhmu dalam kehangatan
Senyum mu merekah
Teringat wajah mungil yang menantimu di rumah
Ah hidup begitu indah.....
Tubuh mu terkulai, luruh dalam mimpi yang tak pernah bisa kau raih
* Bocah kecil itu tetap berdiri di depan pintu
Menunggu wanita yg selalu ia panggil ibu
Bocah kecil itu tetap berdiri di depan pintu
Menunggu wanita yg selalu ia panggil ibu
( Terkadang nasib begitu tak bersahabat )
------ Ummu Mirza ------
Sign up here with your email
